Peringatan.......

"Katakanlah (wahai Muhammad): "Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dia lah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani." - Az-Zumar: Ayat 53

Renungan

Thursday, June 9, 2011

Menyayat Hati...

Segala puji bagi Allah, Tuhan yang memiliki seluruh alam. Tiada tanding bagi kekuasaan-Nya dan tiada penghalang bagi putusanNya. Selawat dan salam semoga selalu terlimpah pada sang penutup para nabi, penghulu para rasul, wasilah keridhaan Allah, dan kekasih Allah, Muhammad s.a.w. serta pada keluarganya yang suci, mulia dan mendapat cahaya petunjuk.
Di antara anugerah dan kasih sayang Allah SWT kepada manusia ialah diutuskan para rasul sebagai pemberi khabar gembira dan penyampai ancaman serta diturunkannya  kitab-kitab dan suhuf kepada mereka sebagai cahaya petunjuk untuk menerangi jalan manusia menuju kesempurnaan serta membawa mereka mencapai petunjuk dan kebaikan yang utama.

Allamdulillah dan syukur yang tidak terhingga..di saat ini masih dianugerahi nikmat iman dan islam…sudah hampir 2 bulan blog ini tidak menulis coretan…
Insyaallah pada coretan kali ini, ingin saya kongsikan  sedikit ilmu yang telah saya baca daripada coretan majalah muslimat…mungkin sahabat telah membaca…tapi kisah ini memberi pengajaran yang cukup besar….walaupun dibaca berulang kali..ianya masih tidak jemu…malah memberi iktibar dan pengajaran yang besar buat kita semua….

Suatu petang, ditahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jeneral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan. Setiap banduan penjara membongkokkan badannya rendah-rendah ketika 'algojo penjara' itu

melintasi di hadapan mereka. Kerana kalau tidak, sepatu 'boot keras'milik tuan Roberto yang fanatik Kristian itu akan mendarat
di wajah mereka. Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci.
"Hai...hentikan suara jelekmu! Hentikan......!" Teriak Roberto
sekeras-kerasnya sambil membelalakkan mata. Namun apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu'nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang.
Dengan marah ia menyemburkan ludahnya ke wajah tua sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyucuh wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala. Sungguh ajaib...... Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan.

Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat galak untuk meneriakkan kata Rabbi, wa ana 'abduka... Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, "Bersabarlah wahai ustaz...InsyaALLAH tempatmu di Syurga." Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustaz oleh

sesama tahanan, 'algojo penjara itu bertambah memuncak marahnya. Ia memerintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-kerasnya sehingga terjerembab di lantai. "Hai orang tua busuk!
Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa hinamu
itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu! Ketahuilah orang tua dungu, bumi Sepanyol ini kini telah berada dalam kekuasaan bapa kami,Tuhan Jesus.
Anda telah membuat aku benci dan geram dengan 'suara-suara' yang seharusnya tidak didengari lagi di sini.

Sebagai balasannya engkau akan kubunuh. Kecuali, kalau engkau mahuminta maaf dan masuk agama kami." Mendengar "khutbah" itu orang tua itu mendongakkan kepala, menatap Roberto dengan tatapan yang tajam dan dingin.

Ia lalu berucap, "Sungguh...aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, ALLAH.

Bila kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera 

menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemahuanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh." Sejurus sahaja kata-kata itu terhenti, sepatu lars Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah berlumuran darah. Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil'. Adolf Roberto berusaha memungutnya. Namun tangan sang Ustaz telah terlebihdahulu
mengambil dan genggenggamnya erat-erat. "Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!" bentak Roberto. "Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumurandosa untuk menyentuh barang
suci ini!"ucap sang ustaz dengan tatapan menghina pada Roberto. Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. 
Sepatu lars seberat dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustaz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun
tidak demikian bagiRoberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan 'algojo penjara' itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur. Setelah tangan tua itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya baran. Perlahan Roberto membuka sampul
buku yang telah lusuh Mendadak algojo itu termenung. "Ah...seperti aku pernah mengenal buku ini. Tetapi bila? Ya, aku pernah mengenal buku ini."
suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu. Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat
tulisan-tulisan "aneh" dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Sepanyol.

Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustaz yang sedang melepaskan nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam. Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak. Perlahan, sketsa 

masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto. Pemuda itu teringat ketika suatu petang di masa kanak-kanaknya terjadi kekecohan besar di negeri tempat kelahirannya ini. Petang itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia). Di
tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwatak berdosa gugur di bumi Andalusia. Di hujung kiri lapangan, beberapapuluh wanita berhijab (jilbab digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi. Tubuh mereka pergelantungan tertiup angin petang yang kencang,
membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar- kibar di udara. Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mahu memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.

Seorang kanak- kanak laki-laki comel dan tampan, berumur sekitar tujuh tahun, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua. Kanak-kanakcomel itu melimpahkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan kanak-kanak itu mendekati tubuh sang ummi 

yang tak sudah bernyawa, sambil menggayuti abinya. Sang anak itu berkata dengan suara parau, "Ummi, ummi, mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa....?
Ummi, cepat pulang ke rumah ummi..." Budak kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu apa yang harus dibuat. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya budak itu berteriak memanggil bapaknya, 
"Abi...Abi...Abi..."
Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapa ketika teringat petang kelmarin bapanya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.
Hai...siapa kamu?!" jerit segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati budak tersebut. "Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi..." jawabnya memohon belas kasih. "Hah...siapa namamu budak, cuba ulangi!" bentak salah seorang 
dari mereka. "Saya Ahmad Izzah..." dia kembali menjawab dengan agak kasar.
Tiba-tiba "plak! sebuah tamparan mendarat di pipi si kecil. "Hai budak...! Wajahmu cantik tapi namamu hodoh. Aku benci namamu. Sekarang kutukar namamu dengan nama yang lebih baik. Namamu sekarang 'Adolf Roberto'...Awas! Jangan
kau sebut lagi namamu yang buruk itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!" ancam laki-laki itu.Budak itu mengigil ketakutan, sembari tetap menitiskan air mata. Dia hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya budak tampan itu hidup bersama mereka.

A.Roberto sedar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustaz. Ia mencari-cari sesuatu di pusat laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeria, 

"Abi...Abi...Abi..."
Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu. 
Fikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahawa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapanya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya. Ia jua ingat
betul ayahnya mempunyai 'tanda hitam' pada bahagian pusat.Pemuda bengis itu terus meraung dan memeluk erat tubuh tua nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang
amat dalam atas tingkah-lakunya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun lupa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut,
"Abi... aku masih ingat alif, ba, ta, tha..." Hanya sebatas kata itu 
yang masih terakam dalam benaknya. Sang ustaz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya.Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyeksanya habis-habisan kini
sedang memeluknya.Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau 
tempuhi Abi, tunjukkan aku pada jalan itu..." Terdengar suara Roberto meminta belas.
Sang ustaz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika setelah puluhan tahun, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya,di tempat ini.
Sungguh tak masuk akal Ini semata-mata bukti kebesaran Allah. Sang Abi dengan susah payah masih boleh berucap. "Anakku, pergilah engkau ke Mesir.
Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al- Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,"
Setelah selesai berpesan sang ustaz menghembuskan nafas
terakhir dengan berbekal kalimah indah "Asyahadu anla Illaaha ilALlah, waasyahadu anna Muhammad Rasullullah...'. Beliau pergi dengan menemui Rabbnya dengan tersenyum,setelah sekian lama berjuang dibumi yang fana ini. Kini Ahmah Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan
untuk agamanya, "Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru berguru dengannya..

." Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy.

Benarlah firman Allah...

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama ALLAH, tetaplah atas fitrah ALLAH yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu.

Tidak ada perubahan atas fitrah ALlah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS30:30)


Saturday, March 26, 2011

Sa’ad dikahwinkan dengan bidadari dari syurga...

Segala puji-pujian bagi Allah Tuhan Seru Sekelian Alam, Pencipta langit dan bumi, Pentadbir
sekelian makhluk, Pengutus para Rasul SAW kepada orang-orang yang mukallaf, untuk memberikan hidayah kepada mereka dan menerangkan syari‘at agama, dengan dalil-dalil yang putus (yang yakin) serta bukti-bukti yang jelas. Segala Pujian atas segala nikmat-Nya dan berdoa kepada-Nya tambahan kurniaan-Nya dan kemurahan-Nya. Kita bersaksi bahawa tiada Tuhan kecuali Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Maha Perkasa, Maha Pemurah lagi Maha Pengampun. Insyaallah, pada kali ini sama-sama kita menghayati kisah seorang tokoh Islam yang bernama Sa’ad bin Assulami., kisah ini sumbernya saya dapat daripada seorang sahabat yang memberikannya… Moga kisah ini membawa ilmu manafaat dan pengajaran buat kita semua…amin..

ABBAS berkata: “Suatu hari, datang Sa’ad bin Assulami kepada Rasulullah dan berkata: “Ya Rasulullah, apakah akan terhalang seseorang itu masuk syurga disebabkan mukanya yang hitam dan hodoh?”


Lalu Rasulullah bersabda: “Tidak, demi Allah yang jiwa aku di tangannya selama kamu yakin kepada Tuhan kamu dan ajaran Rasul-Nya.”


Maka Sa’ad berkata: “Ya Rasulullah, demi Allah yang memuliakan kamu dengan kenabian. Saya mengucapkan kalimah syahadat kira-kira lapan bulan lalu dan saya datang ke sini untuk meminang orang yang ada di sini, tetapi semua mereka menolak kerana mengatakan saya ini hitam dan hodoh”.

Sa’ad berkata lagi: “Ya Rasulullah, sebenarnya saya adalah daripada keturunan yang baik iaitu suku Bani Sulaim, hodohnya saya adalah daripada keturunan ibu saya.”

Kemudian Rasulullah bertanya kepada yang hadir: “Adakah Amru bin Wahab yang baru masuk Islam daripada suku Tsaqief berada di sini?”

Maka yang hadir berkata: “Tidak ya Rasulullah.” 

Lalu Rasulullah bertanya kepada Sa’ad: “Adakah kamu mengetahui di mana rumahnya?”

Sa’ad berkata: “Ya, saya tahu di mana rumahnya, ya Rasulullah.”

Rasulullah berkata: “Pergilah kamu ketuk rumahnya perlahan-lahan kemudian kamu beri salam kepadanya. Apabila dia mengizinkan kamu masuk, maka katakan kepadanya bahawa Rasulullah mengahwinkan aku dengan puterinya.”

Amru mempunyai seorang puteri yang cantik dan cerdik iaitu Atiqah. 

Selepas Sa’ad tiba di rumah Amru, dia disambut dengan baik walaupun Amru tidak berapa senang dengan kedatangannya disebabkan mukanya yang hitam dan hodoh. 

Amru semakin tidak senang apabila Sa’ad menyampaikan kata-kata Rasulullah. Dia menolaknya dengan cara kasar hingga menyebabkan Sa’ad keluar dan terus bertemu Rasulullah.

Selepas Sa’ad pergi, maka puterinya berkata: “Wahai ayah, carilah selamat sebelum turunnya wahyu membuka perbuatan kamu. Jika benar Rasulullah mengahwinkan aku dengan orang itu, maka aku terima dengan hati terbuka dan rela atas apa yang diredakan oleh Allah dan Rasul-Nya untukku.”

Maka pergilah Amru ke majlis Rasulullah dan dia ditegur oleh orang yang berada di situ: “Jadi kamulah orang yang menolak pinangan Rasulullah?”

Amru berkata: “Ya benar, tetapi aku minta ampun kepada Allah kerana aku sangka dia berdusta. Apabila aku dapati dia benar maka aku terima dia dan sedia mengahwinkan dia dengan puteriku. Kami berlindung jangan sampai Allah dan Rasul-Nya menjadi murka.”

Selepas itu, Sa’ad pun dikahwinkan dengan mahar sebanyak 400 dirham. Rasulullah memberitahu khabar itu kepadanya dan menyuruhnya pergi kepada isterinya.

Lalu Sa’ad berkata: “Ya Rasulullah, demi Allah yang mengutuskan kamu sebagai nabi, saya sesungguhnya tidak ada wang dan saya terpaksa minta daripada saudara saya.”

Rasulullah berkata: “Mahar untuk isteri kamu ditanggung oleh tiga orang daripada kaum mukminin. Pergilah kamu kepada Usman bin Affan dan kamu akan terima sebanyak 200 dirham. Kemudian kamu pergi kepada Abdurrahman bin Auf, kamu akan mendapat 200 dirham dan kamu pergi kepada Ali bin Abi Talib, juga sebanyak 200 dirham.”

Maka Sa’ad pun pergi ke rumah Usman dan menerima lebih daripada yang disebut Rasulullah, kemudian kepada Abdurrahman, dia menerima lebih daripada 200 dirham dan akhir sekali ke rumah Ali, juga menerima lebih 200 dirham.

Sebaik saja Sa’ad mendapat wang itu, dia pergi ke pasar untuk membeli buah tangan untuk isterinya, tetapi tiba-tiba dia mendengar suara yang mengatakan: “Hai kuda Allah, bergeraklah kamu! 

Kemudian Sa’ad mendengar suara Rasulullah berkata: “Keluarlah kamu untuk berjihad! keluarlah untuk berjihad!”

Maka Sa’ad memandang ke langit sambil berdoa: “Ya Allah, Tuhan Pencipta langit dan bumi, Tuhan kepada Muhammad maka akan aku gunakan wang ini untuk membeli sesuatu yang lebih disukai Allah dan Rasul.”

Sa’ad menggunakan wang itu untuk membeli kuda, pedang, tombak dan perisai lalu dia menguatkan ikatan serban serta pinggangnya. Dia memakai topi yang cuma kelihatan dua biji mata saja lalu dia berdiri tegak di barisan depan Muhajirin hingga semua orang bertanya kepada Ali.

Maka Ali berkata: “Biarkan, mungkin dia dari Bahrain atau dari Syam dan mungkin dia datang untuk menanyakan agama sebab itu dia ingin mengorbankan diri untuk keselamatan kamu.”

Kemudian Sa’ad maju ke depan dengan menggunakan tombak dan pedangnya untuk memukul serta memenggal kepala orang kafir. 

Sa’ad berjuang hingga kudanya sendiri tidak kuat lagi, maka dia pun turun daripada kudanya, dia menyinsing lengannya maka dilihat oleh Rasulullah lengannya yang hitam, lalu Rasulullah berkata: “Adakah kamu Sa’ad?”

Maka Sa’ad mengaku dan terus menghadapi musuh. Akhirnya beliau gugur sebagai syahid. 

Sebaik saja Sa’ad gugur, Rasulullah segera mendapatkannya lalu mengangkat kepalanya dan diletakkan di atas pangkuan Baginda sambil mengusap tanah yang melekat di mukanya. 

Baginda bersabda: “Alangkah harum bau kamu, alangkah kasihnya Allah dan Rasul kepada kamu.”



Rasulullah menangis dan kemudian tertawa, lalu Baginda memalingkan mukanya serta bersabda: “Kini dia sudah sampai di Haudh, demi Tuhan yang mempunyai Kaabah.”

Selepas Rasulullah berkata demikian maka Abu Lubabah bertanya: “Ya Rasulullah, apakah Haudh itu?” 

Maka Rasulullah pun menerangkan: “Haudh itu ialah telaga yang diberikan Allah kepadaku dan lebarnya ialah di antara Shan’aa Yaman hingga Busra, di tepi telaga dihiasi permata dan mutiara, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis daripada madu, barang siapa yang minum sekali, maka dia tidak akan haus untuk selama-lamanya.”

Kemudian Rasulullah ditanya lagi: “Ya Rasulullah, mengapakah engkau menangis dan kemudian ketawa dan terus berpaling muka daripadanya?”

Lalu Rasulullah bersabda: “Aku menangis kerana rindu kepada Sa’ad dan aku tertawa kerana gembira melihat kemuliaan yang diberikan Allah kepadanya. 

Aku berpaling daripadanya sebab aku melihat bakal isterinya yang terdiri daripada bidadari berebut-rebut untuk mendekatinya hingga terbuka betis mereka, maka aku pun memalingkan segera mukaku kerana malu.”

Kemudian Rasulullah pun menyuruh orang mengumpulkan pedang, tombak dan kuda Sa’ad untuk diserahkan kepada bakal isterinya yang sudah diakad nikah.

Selepas itu, Rasulullah memberitahu Amru (mentua Sa’ad), “Sesungguhnya Allah mengahwinkan Sa’ad dengan bidadari yang lebih cantik daripada puteri kamu.

Saturday, March 19, 2011

Mukjizat Surah-Surah Al-Quran

Bismillahirahmanirahim..

Assalamualaikum..

Segala puji bagi Allah, Tuhan yang memiliki seluruh alam. Tiada tanding bagi kekuasaan-Nya dan tiada penghalang bagi putusanNya. Selawat dan salam semoga selalu terlimpah pada sang penutup para nabi, penghulu para rasul, wasilah keridhaan Allah, dan kekasih Allah, Muhammad s.a.w. serta pada keluarganya yang suci, mulia dan mendapat cahaya petunjuk.
Di antara anugerah dan kasih sayang Allah SWT kepada manusia ialah diutuskan para rasul sebagai pemberi khabar gembira dan penyampai ancaman serta diturunkannya  kitab-kitab dan suhuf kepada mereka sebagai cahaya petunjuk untuk menerangi jalan manusia menuju kesempurnaan serta membawa mereka mencapai petunjuk dan kebaikan yang utama.
Insyaallah pada coretan kali ini, ingin saya kongsikan  sedikit ilmu yang telah saya baca daripada buku Mukjizat surah-surah Al-quran karangan Haidar Ahmad al A’raji. Buku ini banyak menyingkap khasiat 114 surah menurut Nabi Muhammad s.a.w. dan keluarganya.. Antara beberapa surah yang dapat saya kongsikan pada kali ini, insyaallah….


Antara surah-surahnya ialah:

1)      Surah Al-Fatihah
Barangsiapa membacanya, seakan-akan dia membaca dua pertiga Al-quran dan dia akan diberi pahala sebagaimana orang yang bersedekah kepada setiap orang mukmin.

2)      Surah Al- Baqarah
Barangsiapa membaca surah ini akan mendapatkan pahala sebagaimana orang yang berjuang di jalan Allah dan kelak pada hari kiamat kepalanya akan dinaungi oleh sesuatu seperti awan.

3)      Surah An Nisa’
Barangsiapa membaca surah ini, ia akan terselamat dari himpitan kubur.

4)      Surah AT Taubah
Barangsiapa membaca surah ini, dia akan terselamat dari sifat-sifat kemunafikan selama-lamanya.

5)      Surah Yusuf
Barangsiapa membaca surah ini, pada hari kiamat akan dibangkitkan dalam keadaan tampan seperti tampannya Nabi Yusuf as., tidak akan merasakan ketakutan dan akan termasuk golongan hamba-hamba Allah yang soleh.

6)      Surah Ibrahim
Barangsiapa membaca surah ini, dia tidak akan tertimpa kemiskinan, penyakit gila dan bala bencana.

7)      Surah Al Kahfi
Barangsiapa membaca surah ini, dia tidak akan mati kecuali dalam keadaan syahid serta Allah SWT akan membangkitkan dan mengumpulkannya bersama para syuhada.

8)      Surah Maryam
Barangsiapa membaca surah ini, dia tidak akan mati kecuali apa yang dia kehendaki untuk dirinya, anaknya, dan hartanya telah terpenuhi, serta kelak di Hari Kiamat dia akan menjadi salah satu sahabat Nabi Isa as.

9)      Surah An Nur
Barangsiapa membaca surah ini, tidak satu pun anggota keluarganya akan melakukan zina hingga dia meninggal, dan jika dia meninggal, jasadnya akan dihantar oleh 70 ribu malaikat yang semuanya terus mendoakan serta memohonkan ampunan baginya hingga masuk ke liang kubur.

10)  Surah Al Mulk
Orang yang membaca surah ini sebelum tidur akan selalu berada dalam lindungan Allah Azza wa Jalla hingga pagi hari, akan terselamat dari siksaan kubur, dan akan selamat pada Hari Kiamat hingga ia masuk syurga.


P/S: Buat sahabat-sahabat yang dikasihi…dan juga diri ini lagi lemah yang memerlukan tarbiyah yang berterusan…., jadilah kehidupan kita minat dalam membaca dan memahami isi kandungan ayat Al-quran. Seterusnya mengamalkannya….Cubalah kita menjadi orang yang mengajar, orang yang belajar, orang yang mendengar…jangan sesekali menjadi orang yang keempat..orang yang tidak memberi manafaat pada dirinya sendiri dan tidak memberi manafaat kepada orang ramai…sesibuk mana pun kita…jangan kita tinggalkan Al-Quran…Jadilah kita sentiasa dalam keadaan belajar..moga-moga dengan keadan kita yang sentiasa belajar..Allah SWT  sentiasa mengampunni kesalahan dosa-dosa kita…Amin..amin..amin..

Wednesday, March 16, 2011

MUSLIMAH TERAKHIR

Muslimah.dengarilah kalian..
Dalam kita mengharungi liku- liku kehidupan..bermacan-macan berita yang kita dengar dan lihat...bagaimana ramai wanita-wanita membiarkan diri mereka menjadi fitnah pada kaum adam. Begitulah rendah maruah mereka sehingga sanggup menyerahkan maruah mereka pada kaum lelaki...sedarkah kamu wahai wanita..kamulah wanita yang patut dibanggakan..dimana Nabi mengangkat martabat kaum wanita....bagaimanapula Saidina Uthman ishtiharkan perang bagi menyelamatkan kaum wanita...jadilah kita muslimah yang mampu mengoncang dunia untuk menegakkan syiar agama...jagalah maruah kamu...sesungguhya perempuan yang solehah lebih mahal dari isi dunia...


Tidak rindukah kita untuk menjadi bidadari syurga...janganlah kita menolak tawaran untuk menjadi bidadari syurga, semata-mata kita ingin menjadi bidadari dunia yang bersifat sementara...
renungilah muslimah...dirimu begitu berharga buat muslimin yang beriman..jagalah dirimu sebaik-baiknya...kerana dirimu jua yang akan menjadi sayap kiri buat muslimin...penyayangmu yang mampu membelai dan mendidik anak-anak untuk melahirkan anak-anak yang soleh dan solehah..

Jadikanlah kita semua...menjadi muslimah terakhir yang mampu kita memasuki syurga akhirat yang kekal buat selama-lamanya.....

Wahai bidadari berhati mujahidah, sematkan KITABULLAH wa SUNNAH di hatimu, kilaukan pedang JIHAD di tanganmu, biarkan musuh-musuh dan Taghut itu gentar, agar SYAHID jadi kafanmu, agar suatu hari tiba saat malaikat, burung-burung suci, kasturi mewangi mengiringi Ruhmu, pergi mendapatkan RABBmu nun di Taman Hijau Tertinggi.


Wahai muslimah.... kecintaan kita, bukanlah kecintaan yang boleh menyebabkan diri dihumban ke neraka...tetapi kecintaan kita adalah kecintaan yang membawa kita bertemu denganNYA...janganlah kita berputus asa...ingatlah sentiasa dalam kita menjalani kehidupan..jadilah sentiasa seorang muslimah sejati... 
أنَّ اللهَ يَقُوْلُ يَوْمَ الْقِيَامَةَ أيْنَ الْمُتَحَابُّوْنَ بِجَلاَلِيْ الْيَوْمَ أظَلَّهُمْ فِيْ ظِلِّيْ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إلاَّ ظِلِّيْ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: Allah berfirman pada Hari Kiamat, “Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku pada hari ini? Aku akan menaungi mereka dalam naungan-Ku pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR. Muslim; Shahih)

Bidadari
Temanilah resahku
Bidadari
Tenangkanlah jiwaku
Sumpah setia hidup mati
Semuanya kerana kau isteriku
Isteriku tercinta pelengkap rusuk kiriku
Bidadari
Jadilah pedampingku
Bidadari
Jadilah sang setia
Kerna cinta cinta suci
Buktinya tidak pernah sepi
Sepi daripada cubaan yang tak terduga

Kau umpama bintang utara
Penunjuk jalan yang terang
Kau beri harapan saat ku jatuh bangun semula
Dan berikan sakti cintamu
Penawar racun berbisa
Dan ikatan kita cinta abadi hanya disyurga
Tajuk Nasyid : Bidadari
Artis : Munif Ahmad ( Hijjaz )
Album : Riwayat Bidadari Syurga

Monday, February 21, 2011

PENA DAKWAT YANG MENGALIR

Dalam asyik menjalani liku-liku kehidupan seorang mahasiswa...sibuk mengurus assignment yang tidak putus-putus yang diberi oleh lecturer...menambahkan lagi ilmu di dalam diri ini...kadang2 ada juga perasaan mengeluh kerana keletihan dalam membuat tugasan tersebut...itulah seandainya hati tidak dijaga dengan sebaik mungkin, mudah saja syaitan untuk menyuntik jarum halusnya untuk kita berfikiran sedemikian rupa...perlulah diingatkan diri ini ..sesungguhnya tidak kiralah apapun ilmu yang dipelajari, asalkan ilmu  yang bermanfaat itu membimbing kita kepada kebaikan. Insyaallah kali ini...diri ini lagi dhaif, lagi memerlukan tarbiyah untuk berkongsi dengan rakan seperjuangan, tentang merungkai sebuah pesanan Al-Qamah kepada puteranya..Insyaallah.....



Antara pesanan Al-Qamah kepada puteranya :


"Wahai anakku! Kiranya engkau merasakan perlu bersahabat, maka pilihlah sifatnya yang berikut:




1.Jika engkau membuat bakti kepadanya, ia akan melindungimu.




2.Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, ia akan membalas baik persahabatanmu.





3.Jika engkau memerlukan pertolongan daripadanya berupa wang dan sebagainya, ia akan membantumu.




4.Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, ia akan menerima dengan baik.




5.Jika ia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) daripadamu, ia akan menghargai dan menyebut kebaikanmu.




6.Jika ia melihat yang tidak baik daripadamu, ia akan menutupnya.




7.Jika engkau meminta sesuatu bantuan daripadanya, ia akan mengusahakannya.




8.Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), ia akan menanyakan kesusahanmu.




9.Jika datang suatu bencana menimpa dirimu, ia akan meringankan kesusahanmu (membuat sesuatu untuk menghilangkan kesusahan itu).




10.Jika engkau berkata kepadanya, nescaya ia akan membenarkanmu.




11.Jika engkau merancang sesuatu, nescaya ia akan membantumu.



12.Jika kamu berdua berselisih faham, nescaya ia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan."


Thursday, December 23, 2010

Imam Syafie....

Pada kali ini...insyaallah tergerak hati ini ingin berkongsi cerita mengenai seorang ulama' yang terkenal iaitu  Imam Syafie...sebelum menceritakan apa yang diwasiat imam syafie sebelum pulang ke Rahmatullah... mari kita sama2 mengetahui siapa sebenarnya imam Syafie....

Imam Syafie seorang anak yatim yang tidak sempat menikmati kasih sayang bapanya. Dalam penjagaan ibunya yang miskin, beliau dididik dengan semangat ketabahan, kesabaran dan keimanan yang kukuh. Dengan berbekalkan semangat perjuangan yang tinggi, beliau mengembara merentasi padang pasir, menempuh terik mentari dan kedinginan malam demi mencari ilmu pengetahuan.

Imam Syafie dikenali sebagai pengasas mazhab Syafie yang menjadi ikutan di beberapa negara Arab dan Asia Tenggara. Ilmunya yang luas dan sifat waraknya merupakan catatan emas dalam lebaran sejarah islam. Beliau menganggap segala sesuatu yang terpancar daripada kalbu dan pemikirannya, merupakan milik umat untuk direguk dan dinikmati bersama.


WASIAT IMAM SYAFIE.......


1) Hak kepada diri
    Iaitu: Mengurangkan tidur, mengurangkan makan, mengurangkan percakapan dan berpada-pada dengan rezeki yang ada.

2) Hak kepada Malaikat Maut
    Iaitu: Mengqadhakan kewajipan-kewajipan yang tertinggal, mendapatkan kemaafan dari orang yang dizalimi, membuat persediaan untuk mati dan merasa cinta kepada Allah.

3) Hak kepada kubur
    Iaitu: Membuang tabiat suka menabur fitnah, membuang tabiat kencing merata-rata, memperbanyakkan solat tahajud dan membantu orang yang dizalimi.

4) Hak Kepada Munkar dan Nakir
    Iaitu: Tidak berdusta, berkata benar, meninggalkan maksiat dan nasihat menasihati.

5) Hak kepada Mizan (Neraca Timbangan Amalan Pada Hari Akhirat).
    Iaitu: Menahan kemarahan, banyak berzikir, mengikhlaskan amalan dan sanggup menanggung kesulitan.

6) Hak kepada Sirat (Titian yang Merentangi Neraka Pada Hari Akhirat)
    Iaitu: Membuang tabiat mengumpat, warak, suka membantu orang beriman dan suka berjemaah.

7) Hak Kepada Malik (Malaikat Penjaga Neraka)
    Iaitu: Menangis lantaran takutkan Allah SWT, berbuat baik kepada ibu bapa, bersedekah ketika terang-terangan serta sembunyi dan memperelokkan akhlak.

8) Hak Kepada Ridhwan (Malaikat Penjaga Syurga)
    Iaitu: Berasa redha kepada qadha' Allah, bersabar menerima bala, bersyukur ke atas nikmat Allah dan bertaubat dari melakukan maksiat.

9) Hak kepada Nabi SAW.
    Iaitu: Berselawatr ke atasnya, berpegang dengan syariat, bergantung kepada al-Sunnah (Hadith), menyayangi para sahabat dan bersaing dalam mencari kelebihan dari Allah SWT.

10) Hak Kepada Allah SWT.
      Iaitu: Mengajak manusia ke arah kebaikan, mencegah manusia dari keburukan, menyukai ketaatan dan membenci kemaksiatan.




Semoga diri ini dan kita semua dapat beramal dengan wasiat-wasiat Imam Syafie yang amat berguna ini....Semoga Allah SWT mencucuri rahmatNYA ke atas roh Imam Syafie.


     Amin Ya Rabbal Alamin.....

Monday, December 6, 2010

Syahid Yang berjalan Di Bumi

Assalamualaikum pada semua...telah lama tinta basah tidak mengalir dalam blog ini, disebabkan masa yang tidak mengizinkan...Insyaallah di saat ini..saya ingin berkongsi sebuah cerita yang di petik dalam buku Ajaib, Aneh dan Mencuit Hati daripada pengarang Abu Hikmah Al Husni. Cerita ini membawa pengajaran yang besar pada kita semua...Moga Kita semua tergolong dalam kalangan orang yang Pemurah dan Dermawan..Amin...

     Pernahkah kita melihat yang airnya mengalir terus menerus mengairi dataran dan lembah? Begitulah Thalhah bin Ubaidillah. Beliau adalah salah seorang dari kaum muslimin yang kaya-raya, tetapi pemurah dan dermawan. Isterinya bernama Su'da binti Auf.

   Pada suatu hari isterinya melihat Thalhah sedang bersedih dan duduk bermenung. Melihat keadaan suaminya, si isteri segera menanyakan penyebab kesedihannya, dan Thalhah menjawab, "Wang yang ada di tanganku sekarang ini begitu banyak sehingga memusingkanku. Apa yang harus kulakukan?" Maka isterinya berkata, "wang yang ada di tanganmu itu sedekahkan kepada fakir miskin".

   Maka disedekahkannya seluruh wang yang ada di tangan Thalhah tanpa meninggalkan sesen pun.

   Assaib bin Zaid berkata tentang Thalhah; "Aku bersahabat dengan Thalhah sama ada dalam perjalanan mahupun sewaktu bermukim. Aku melihat tidak seorangpun yang lebih dermawan dari dia terhadap kaum muslimin. Ia mendermakan wang, makanan dan segalanya."

    Jaabir bin Abdullah berkata, "Aku tidak pernah melihat orang yang lebih dermawan dari Thalhah walaupun tanpa diminta."

    Oleh kerana itu patutlah jika beliau digelari "Thalhah si dermawan", Thalhah si pengalir harta", Thalhah kebaikan dan kebajikan."

    Sewaktu terjadi pertempuran "Al-Jamal," Thalhah bertemu dengan Ali. Ali memperingatkannya agar ia mundur barisan paling belakang. Tetapi sebuah panah mengenai betisnya. Selepas peristiwa itu, ia segera dipindahkan ke Basrah dan tidak berapa lama kemudian kerana lukanya cukup teruk, ia menghembuskan nafasnya yang terakhir.

   Rasulullah SAW pernah berkata kepada para sahabatnya, " Orang ini termasuk yang gugur dan barang siapa senang melihat seorang syahid berjalan di atas bumi maka lihatlah Thalhah."

P/S: Jadilah orang dermawan sebab orang yang dermawan hatinya akan selalu lapang dan jiwanya luas. Sedangkan orang yang kedekut, hatinya pengap dan nuraninya kotor.